VIVAnews
- Bank Indonesia mencatat, akibat banjir yang menggenangi wilayah
Jakarta dan sekitarnya, penyelenggaraan sistem pembayaran selama periode
16-18 Januari 2013 berjalan normal.
Namun, terjadi penurunan
transaksi yang cukup signifikan pada sistem pembayaran, khususnya
transaksi sistem kliring nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan real time gross settlement (RTGS)
"Selama periode itu, tidak terjadi ganggguan maupun downtime pada sistem BI-RTGS, BI-SSSS, maupun SKNBI," kata Direktur Grup Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi A. Johansyah, dalam siaran pers Bank Indonesia, Rabu 23 Januari 2013.
Menurut BI, sejumlah anjungan tunai mandiri (ATM) rusak akibat banjir, di antaranya 62 ATM PT Bank Mandiri Tbk dan 50 ATM PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.
Difi menjelaskan, pada 17 Januari 2013 terjadi penurunan volume maupun nilai transaksi RTGS. Volume transaksi hanya sebanyak 50,2 ribu, dibandingkan rata-rata harian 2012 sebanyak 71,1 ribu. Nilai transaksi Rp297,9 triliun, atau turun dibandingkan rata-rata harian 2012 sebesar Rp404 triliun.
Akibat dampak banjir di Jakarta, dia menambahkan, pada 17 Januari 2013 juga terjadi penurunan pada transaksi kliring penyerahan. "Penurunan terjadi pada volume maupun nilai transaksi di wilayah kliring Jakarta," ujar dia.
Volume transaksi tercatat 21,0 ribu, dibandingkan rata-rata harian 2012 sebanyak 59,6 ribu dengan nilai transaksi sebesar Rp0,9 triliun. Padahal, rata-rata harian 2012, nilai transaksi mencapai Rp2,5 triliun.
Secara nasional, berdasarkan data BI tersebut, juga terjadi penurunan volume maupun nilai transaksi kliring penyerahan pada sistem kliring nasional BI. Volume transaksi tercatat 102,7 ribu, dibandingkan rata-rata harian 2012 sebanyak 173,6 ribu. Nilai transaksi turun menjadi Rp4 triliun, dibandingkan rata-rata harian 2012 sebesar Rp6,3 triliun.
Pendapat saya :
Cara mencegah banjir :
"Selama periode itu, tidak terjadi ganggguan maupun downtime pada sistem BI-RTGS, BI-SSSS, maupun SKNBI," kata Direktur Grup Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi A. Johansyah, dalam siaran pers Bank Indonesia, Rabu 23 Januari 2013.
Menurut BI, sejumlah anjungan tunai mandiri (ATM) rusak akibat banjir, di antaranya 62 ATM PT Bank Mandiri Tbk dan 50 ATM PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.
Difi menjelaskan, pada 17 Januari 2013 terjadi penurunan volume maupun nilai transaksi RTGS. Volume transaksi hanya sebanyak 50,2 ribu, dibandingkan rata-rata harian 2012 sebanyak 71,1 ribu. Nilai transaksi Rp297,9 triliun, atau turun dibandingkan rata-rata harian 2012 sebesar Rp404 triliun.
Akibat dampak banjir di Jakarta, dia menambahkan, pada 17 Januari 2013 juga terjadi penurunan pada transaksi kliring penyerahan. "Penurunan terjadi pada volume maupun nilai transaksi di wilayah kliring Jakarta," ujar dia.
Volume transaksi tercatat 21,0 ribu, dibandingkan rata-rata harian 2012 sebanyak 59,6 ribu dengan nilai transaksi sebesar Rp0,9 triliun. Padahal, rata-rata harian 2012, nilai transaksi mencapai Rp2,5 triliun.
Secara nasional, berdasarkan data BI tersebut, juga terjadi penurunan volume maupun nilai transaksi kliring penyerahan pada sistem kliring nasional BI. Volume transaksi tercatat 102,7 ribu, dibandingkan rata-rata harian 2012 sebanyak 173,6 ribu. Nilai transaksi turun menjadi Rp4 triliun, dibandingkan rata-rata harian 2012 sebesar Rp6,3 triliun.
Pendapat saya :
Cara mencegah banjir :
1. Membuang sampah pada tempatnya.
2. Membersihkan, selokan atau parit dekat rumah dari sampah sehingga aliran air menjadi lancar.
3. Melakukan penghijauan di lahan-lahan kosong sebagai daerah resapan air.
4. Melakukan penghijauan di hutan-hutan yang gundul (reboisasi).
Sumber : VIVAnews
0 komentar:
Posting Komentar